• Jelajahi

    Copyright © Galigo TV
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Historic

    Inilah Produk Jurnalistik Tertua dan Surat Kabar Pertama dalam Sejarah Pers Dunia

    Galigo TV
    14 Januari 2023, 12.43 WIB Last Updated 2023-12-03T21:25:30Z
    masukkan script iklan disini

    The Acta Diurna. (Cienciahistorica/Indozone)
     

    Jurnalistik atau pers telah melewati serangkaian perjalanan panjang dalam sejarahnya, dimulai dari bentuknya yang relatif sederhana hingga produknya seperti yang kita saksikan saat ini. Menurut sejarahnya, kegiatan dan produk jurnalistik bermula dari penyampaian berita melalui media berupa pemasangan pamflet. "Acta Diurna" adalah produk jurnalistik pertama yang muncul pada masa kekuasaan Julius Caesar di Romawi. Material Acta Diurna ini terbuat dari kulit Domba yang berfungsi sebagai kertasnhya dan tintanya adalah arang kayu. Awalnya, berita yang disampaikan masih terbatas seputar kematian, kelahiran, dan aktivitas keluarga raja. 


    Seiring berjalannya waktu peran-peran jurnalistik makin meluas terutama berfungsi sebagai media penyampai pesan secara masssal kepada masyarakat. Jurnalistik pun kemudian berfungsi sebagai alat atau mekanisme kontrol sosial. Dalam fase ini fungsi jurnalisme bertransformasi dari kedudukannya sebatas penyampai informasi menjadi penyebar pesan-pesan provaganda untuk mempengaruhi khalayak secara umum.


    Richer Fawks merintis dan membuat surat kabar pertama bernama True En Countre yang beredar terbatas di Eropa Tengah (Switzeland dan England) pada awal abad ke-14. Dalam perkembangan selanjutnya, memasuki permulaan abad ke-16, berbagai jurnal komersial pun muncul seperti Courante Braden di Belgia, Gazettes di Inggris, Courantos di Jerman. Courantos inilah cikal bakal nama produk jurnalistik cetak yang dalam bahasa Indonesia disebut koran. Adapun Korante ini disebutkan berasal dari kata Arab "qur'an" yang berarti dunia-akhirat. 


    Dalam sejarah jurnalistik disebutkan bahwa surat kabar tertua di dunia bernama Notizie Scritte yang terbit pertama kali di Vinesia (1966). Adapun produk jurnalisk berupa majalah yakni Gentleman Meqazinen yang terbit pertama kali pada 1731 di London, Inggris. 


    Referensi:

    • Suf Kasman (2004), Jurnalisme Universal: Menelusuri Prinsip-prinsip Dakwah Bil Al-Qalam dalam Al-Quran. Jakarta: Teraju.
    • Effendy, Onong Uchjana (1998), Ilmu Komunikasi: Teori dan Praktek, Bandung: Remaja Rosdakarya.
    • Zainurrafiq, dkk (1997), Mengenal Dunia Jurnalistik, Kairo: Terobosan Team Mahasiswa Al-Azhar. 



    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    NamaLabel

    +