• Jelajahi

    Copyright © Galigo TV
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Historic

    Panduan Membuat Video Promosi Obyek Wisata

    Galigo TV
    25 Maret 2023, 09.28 WIB Last Updated 2023-12-03T12:47:10Z
    masukkan script iklan disini

    Ilustrasi seorang konten kreator tampak sedang memotret sebuah obyek wisata. (Pixabay)
     

    Galigo.tv - Perkembangan teknologi komunikasi yang demikian pesat dewasa ini, menjadikan media sosial sebagai sarana komunikasi paling popular pada kalangan masyarakat di berbagai belahan dunia. Media sosial juga mengalami perkembangan yang cukup pesat serta menghadirkan aneka flatform dan antara lain yang akan dibahas di sini adalah media sosial YouTube kaitannya dengan promosi obyek wisata. Berdasarkan data periklanan Google, per awal 2022 Youtube memiliki sebanyak 139.0 juta pengguna di Indonesia. Data pengguna tersebut menggambarkan bahwa jumlah ini setara dengan 50.0 persen total populasi penduduk Indonesia.


    Kenyataan menunjukkan bahwa penggunaan Youtube sebagai media promosi wisata sejauh ini belum sepenuhnya maksimal memberi dampak signifikan terhadap peningkatan kunjungan ke berbagai obyek wisata. Untuk maksud tersebut, bersama upaya yang telah digagas dan dimulai oleh berbagai pihak untuk mempromosikan obyek wisata melalui video Youtube, maka dipandang perlu untuk menggiatkan hal ini di kalangan mahasiswa khususnya yang memprogramkan mata kuliah berhubungan dengan bisnis pariwisata. Lalu apa keunggulan dari video sebagai sarana mempromosikan keindahan serta keungulan dari sebuah obyek wisata?.


    Ada beberapa keunggulan mempromosikan produk, termasuk obyek wisata melalui video, yakni: (1) video dengan cirinya yang bergerak lebih menarik bagi penikmatnya, (2) mampu menunjukkan kepada penonton hal-hal spesifik, (3) dapat dilakukan promosi berulang, (4) memperpendek jarak dan waktu tempuh untuk akses informasinya, (5) mampu memikat calon pengunjung lewat tampilan keren pada promosinya, dan (6) dapat menampilkan visual dan suara sekaligus.


    Beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk pembuatan video promosi obyek wisata khususnya bagi pemula, yakni sebagaimana dikutip dari petunjuk tugas video mahasiswa Universitas Negeri Makassar berikut ini:

    1.     Cari dan temukan obyek wisata di kota atau desa tempat tinggal anda yang terjangkau untuk dipromosikan.

    2.     Lakukan perekaman (sebaiknya dikakukan bersama teman) atas obyek wisata yang dimulai dari menyorot kondisi akses jalan menuju lokasi dengan durasi 05-1.00 menit, untuk mendukung narasi bahwa lokasi wisata dapat diakses dengan jenis kendaraan roda 2 dan roda 4 atau tidak. Videonya dapat berupa tayangan anda sedang berkendara yang dishoot dari depan dan atau selanjutnya juga dari belakang. Setelah itu, sorot pintu gerbang atau bagian depan obyek yang akan dipromosikan sambil menampilkan diri (sebagai pelapor/reporter) dengan:

     “Assalamu alaikum alaikum wr.wb // perkenalkan nama ……………… kontributor Galigo TV yang sedang berada di obyek wisata ……….. // obyek wisata ini berlokasi di desa……… kecamatan………… kabupaten……….// penasaran dengan obyek wisata ini? Yuk kita lihat selengkapnya//”

    3.     Selanjutnya lakukan perekaman video atas hal-hal yang anda anggap menarik pada lokasi obyek wisata sebagai bahan untuk menarasikan profilnya. Posisi kontributor dalam video tidak hanya  berjalan tetapi sambil menjelaskan serta sesekali mengenalkan lebih jauh obyek wisata sambil duduk.

    4.     Jangan lupa menghadirkan tayangan aneka fasilitas yang dapat digunakan pengunjung dalam area wisata berikut narasinya.

    5.     Hal penting lainnya yang perlu ada dalam penjelasan tentang obyek wisata adalah jarak lokasi dari ibukota kabupaten dan dari Kota Makassar, tarif masuk lokasi (hari libur dan hari biasa), jam buka dan tutup, apakah tersedia penginapan, warung makan, dll.

    6.   Lakukan wawancara singkat minimal dengan 1 orang pengunjung, terkait testimoninya tentang obyek wisata tersebut. "Saat ini saya sedang bersama dengan salah seorang pengunjung dan berikut komentarnya". Minimal  adan harus tanyakan daerah asal dan datang bersama siapa, tanyakan apa menarik dari obyek wisata ini, tanyakan sudah berapa kali ke sini, dll. 

    7.     Video dibuat dalam format landscap (ukuran video yotube) dengan durasi minimal 3,5 menit

    8.     Gunakan musik (jika dianggap perlu) dalam video yang free copyright versi youtube (jika ragu atau tidak menjamin bisa menggunakan musik free, tidak perlu pakai musik).

    9.     Jika menggunakan cuplikan/penggalan video atau foto miliki orang lain sebagai pelengkap (jika dipandang perlu) harap menyebutkan sumbernya.

    10.  Tampilan kontributor dalam video bebas dari atribut lembaga atau organisasi (murni mewaliki diri sendiri) dan video tanpa watermark.

    11.   Video yang dibuat tidak sama dengan milik orang lain (hindari praktek menduplikasi video).

    12. Cari contoh video promosi obyek wisata di Youtube dan atau media sosial lainnya sebagai referensi untuk pembuatan video anda agar lebih menarik.


    Demikianlah beberapa uraian tentang panduan pembuatan video promosi obyek wisata yang diadaptasi dari petunjuk pengerjaan tugas mahasiswa Universitas Negeri Makassar (UNM).**


    (au/gtm)

     


    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    NamaLabel

    +